Jumat, 18 Mei 2012

Ronaldo: Aku Lebih Baik dari Messi


AFP

MADRID, KOMPAS.com — Selama di Madrid, Ronaldo kerap dibanding-bandingkan dengan penyerang Barcelona, Lionel Messi. Tidak hanya soal kualitas di lapangan, tetapi juga kepribadian. Sementara Messi dinilai rendah hati, Ronaldo terlalu percaya diri.

Pada musim 2011-2012, Ronaldo mencetak 46 gol yang membawa Madrid menjadi juara Liga BBVA. Namun, itu juga tak membuatnya lepas dari bayang-bayang Messi, yang mencetak 50 gol.

Dalam wawancara dengan CNN, Jumat (18/5/2012), Ronaldo mengaku lelah dibanding-bandingkan dengan Messi. Menurutnya, ia dan Messi sama-sama melakukan yang terbaik untuk tim masing-masing. Selain itu, ia menilai, perbandingan itu tak lepas dari rivalitas Barcelona dan Madrid.

Berikut ini adalah kutipan wawancara tersebut.

Soal siapa yang terbaik
"Sejumlah orang mengatakan aku lebih baik darinya, orang lain mengatakan ia lebih baik dariku. Orang-orang itu akan menentukan siapa pemain terbaik. Saat ini, aku pikir aku yang terbaik," ujar Ronaldo sambil tertawa.

"Kadang kala (perbandingan dengan Messi) membuatku lelah. Hal yang sama berlaku untuk Messi karena orang-orang selalu membanding-bandingkan kami."

"Anda tak bisa membandingkan Ferrari dengan Porsche, karena mesinnya berbeda. Anda tak bisa membandingkan keduanya. (Messi) melakukan yang terbaik untuk Barcelona, aku melakukan yang terbaik untuk Madrid."

"Aku pikir, kami menekan satu sama lain di kompetisi ini, itu kenapa level kompetisi sangat tinggi. Ini alasan Madrid dan Barcelona menjadi tim terbaik di dunia, yaitu yang satu menekan yang lain, bukan hanya aku dan Messi, melainkan para pemain yang lain.

Soal kepribadian

"Kadang kala Anda harus mengenakan topeng. Anda tak bisa selalu tersenyum kepada orang lain. Itu mustahil. Anda tak bisa melakukan itu."

"Itu bukan kepribadianku dan banyak orang tidak mengenalku dengan baik. Aku (memakai topeng) karena aku tak ingin setiap orang mengenalku, hanya teman-teman baik saja. Anda tahu, mereka adalah temanku, rekan timku. Mereka ini mengenalku sangat baik. Orang lain? Sejujurnya, aku tidak memikirkan hal itu."

Soal gelar La Liga perdana

"Poin penting karierku di sini adalah menjadi juara di Madrid, La Liga."

"Ini adalah gelar pertamaku, jadi aku sangat gembira karena ini adalah momen terbaikku di Madrid. Trofi adalah yang terpenting. Soal pencapaian individu, aku mencapai hal hebat. Gol yang kucetak, memecahkan rekorku sendiri. Mencetak seratus gol di Spanyol juga merupakan keberhasilan. Itu fenomenal."

"Bagiku ini adalah liga tersulit di dunia. Bersaing dengan Barcelona, seperti semua orang ketahui, sangat rumit, dan kami mengalahkan mereka. Kami unggul sembilan poin. Ini musim yang luar biasa."

Soal bayang-bayang Barcelona

"Selisih poin menunjukkan semuanya. Sembilan poin antara Madrid dan Barcelona adalah selisih yang besar di liga Spanyol. Kami bermain lebih baik dibanding mereka musim ini. Aku yakin soal itu. Aku ingat kami bermain di Camp Nou bulan lalu dan menang 2-1. Tak ada yang bisa menang di sana (selain kami). Sulit meraih kemenangan itu dan dengan begitu kami layak juara. Kami lebih baik dari mereka musim ini, tetapi kami harus menghormati mereka karena mereka tim hebat juga."

Soal Mourinho dan Pep Guardiola
"Sebagai pribadi, Mourinho orang yang rendah hati. Ia sangat sederhana. Kami sering bergurau dengan cerita lucu. Itu luar biasa. Dalam soal melatih, ia sangat berbeda. Ia sangat serius, sangat profesional."

"Itu kenapa ia meraih banyak gelar. Bagiku, tidak hanya karena aku bekerja sama dengannya, tetapi ia adalah yang terbaik dalam segala hal yang dilakukannya, taktik, segala yang berkaitan dengan pemain, motivasi dan Anda tahu, gelar juara dengan sendirinya mengatakan banyak hal. Ia menjadi juara di setiap negara yang disinggahinya. Aku pikir itu luar biasa. Aku pikir, tak ada orang lain.... Dua atau tiga pelatih berhasil melakukannya dalam karier mereka, jadi kita harus mengapresiasi itu."

Soal kegagalan mencetak gol pada adu penalti di leg kedua semifinal Liga Champions melawan Bayern Muenchen
"Sejujurnya, itu adalah salah satu hari terburuk dalam karierku sejauh ini."

"Selalu berat rasanya ketika Anda kalah, ketika Anda kalah dalam adu penalti. Namun, aku tak begitu mengkhawatirkan hal itu, karena jika aku tak mencetak dua gol, sebagian besar pemain tak akan melakukan adu penalti. Jadi, aku harus menghargai apa yang telah kulakukan di Liga Champions, apa yang telah kulakukan untuk Madrid."

Soal final Liga Champions antara Bayern dan Chelsea, di Allianz Arena, Sabtu (19/5/2012)
"Kebanyakan orang berpikir Bayern akan menang mudah. Aku tak berpikir begitu. Jangan lupa, Chelsea menyingkirkan Barcelona, yang adalah lawan yang sangat tangguh. Laga final akan menarik. Aku tak tahu siapa yang akan menang. Aku tak akan bertaruh untuk apa pun karena Chelsea sangat kuat. Mereka bertahan dengan baik, memiliki serangan balik yang bagus. Bayern juga tim yang fantastis. Jadi, laga final akan menarik."

Jumat, 24 Februari 2012

KLASEMEN LIGA SPANYOL

Liga BBVA

Pertandingan Kandang Tandang Gol
P Ma M I K M I K M I K GM GK
Keterangan: P: Jumlah Poin    M: Jumlah Kemenangan    I: Jumlah Hasil Imbang    K: Jumlah Kekalahan    Ma: Total Main    GM: Gol Memasukkan    GK: Gol Kemasukan
1 Real Madrid 61 23 20 1 2 11 0 1 9 1 1 79 21
2 Barcelona 51 23 15 6 2 11 1 0 4 5 2 68 17
3 Valencia 40 23 11 7 5 7 2 2 4 5 3 36 27
4 Athletic Bilbao 33 23 8 9 6 5 5 2 3 4 4 37 30
5 RCD Espanyol 33 23 9 6 8 6 2 3 3 4 5 26 27
6 Atlético Madrid 32 23 8 8 7 6 4 1 2 4 6 32 28
7 Levante UD 32 23 9 5 9 6 3 3 3 2 6 32 34
8 Rayo Vallecano 31 23 9 4 10 4 1 6 5 3 4 32 35
9 Málaga 31 23 9 4 10 7 2 2 2 2 8 28 35
10 Osasuna 31 23 7 10 6 6 4 2 1 6 4 26 37
11 Sevilla 29 23 7 8 8 6 2 4 1 6 4 24 26
12 Real Betis 29 23 9 2 12 5 2 4 4 0 8 27 31
13 RCD Mallorca 28 23 7 7 9 5 3 4 2 4 5 23 28
14 Getafe 28 23 7 7 9 4 5 2 3 2 7 23 30
15 Granada 28 23 8 4 11 5 4 3 3 0 8 21 32
16 Real Sociedad 27 23 7 6 10 4 4 3 3 2 7 26 34
17 Villarreal 26 23 6 8 9 5 5 1 1 3 8 23 34
18 Racing Santander 23 23 4 11 8 3 6 3 1 5 5 18 30
19 Sporting Gijón 20 23 5 5 13 3 4 5 2 1 8 21 44
20 Real Zaragoza 15 23 3 6 14 2 3 6 1 3 8 18 40

Kamis, 09 Februari 2012

Menggali Potensi Pesepakbola Muda Lewat Teknologi



Jakarta - Dalam era sepakbola modern saat ini, data-data seorang pesepakbola itu terhitung penting bagi seorang pelatih. Maka itu Nike sebagai salah satu produsen alat olahraga raksasa di dunia meluncurkan yang namanya Elite Training Live 2.0.

Sebelumnya di tahun 2010, Nike juga sempat meluncurkan program latihan serupa yang dinamakan Elite Training Live. Kini dengan ETL 2.0, Nike mencoba mengeksplorasi keunggulan berupa penggunaan alat digital untuk mengetahui kelebihan serta kekurangan dari pemain.

Dalam versi terbaru ada beberapa program baru yang diujicobakan, yakni SPARQ (Speed, Power, Agility, Reaction, Quickness). Di dalamnya ada program latihan YIRT (Yoyo Intermitend Recovery Test), Vertical Jump, dan GPS 7on7 (pertandingan tujuh lawan tujuh yang dipantau lewat GPS).

ETL 2.0 merupakan program yang diciptakan Nike bersama pesepakbola untuk diterapkan kepada pesepakbola muda yang berusia 15-19 tahun, yang hendak memasuki fase profesional.

"Namun, untuk usia di bawah itu bisa dipergunakan. Untuk kita batasi umur 15-19 tahun," ungkap Country Marketing Manager Nike Indonesia, Nino Priyambodo, dalam jumpa pers di Lapangan Sepakbola Panahan Senayan, Kamis (9/2/2012) sore WIB.

ETL 2.0 merupakan data fisik yang dikemas dalam bentuk digital sehingga pemain muda bisa tahu batas kemampuan mereka. ETL 2.0 akan menguji kemampuan atletik dan level kemampuan teknik pemain.

Tujuannya adalah para pelatih bisa mengetahui di mana kekurangan dan kelebihan seorang pemain. Jadi nantinya pelatih bisa menerapkan variasi latihan yang berbeda untuk meningkatkan kemampuan serta potensi para pemain.

"Ini tidak ada tujuan komersil. Nike ingin membantu anak-anak muda untuk bisa bermain bola dengan baik. Setelah peluncuran program ini, kita akan sekolah sepak bola. Dalam dua bulan ke depan kita akan ke 30 SSB."

"Hadirnya ETL 2.0 di Indonesia diharapkan dapat memberikan standardisasi penilaian kemampuan semua anak yang berbakat, sehingga semakin cepat kita menemukan atlet muda berbakat untuk perkembangan sepakbola nasional," tuntas Nino.

Dalam acara launching ETL ini, juga dihadiri oleh empat pesepakbola nasional yakni Firman Utina, Ahmad Bustomi, Ponaryo Astaman dan Jajang Mulyana. Mendampingi mereka adalah pelatih Mitra Kukar yang juga eks pelatih timnas Filipina, Simon McMenemy.

"Program seperti ini bagus untuk para pemain dan tentunya pelatih. Di Inggris, saya pernah bekerja sama dengan Nike untuk mengembangkan program ini. Diharapkan klub-klub di Indonesia juga bisa menerapkan hal serupa," ujar McMenemy.

"Saya pernah menjalani program seperti ini saat hendak mengikuti pelatnas timnas U-20 dulu di Belanda. Memang program seperti ini wajib dijalani dan juga demi kebaikan bagi pemain juga," timpal Bustomi.